
Di bulan Ramadhan yang bersamaan dengan terjadinya pandemi virus Corona tahun ini, banyak orang yang memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah. Baik itu yang tetap bekerja dari rumah, atau yang terpaksa di rumah karena tidak lagi bekerja. Karena itu, belakangan ini jual beli bibit tanaman menjadi peluang bisnis yang menunjukkan geliat menarik sebab orang-orang yang lebih banyak waktu luang di rumah ini mencari-cari kegiatan produktif untuk dilakukan, dan tak sedikit di antara mereka yang memilih untuk berkebun.
Bisnis bibit tanaman sebagai penghasilan
Munarman, salah seorang pedagang tanaman hias mengemukakan, ada beberapa tanaman hias yang bisa Anda jadikan sebagai instrumen investasi. Misalnya, seperti Anggrek maupun Bonsai.
“Bibit tidak mahal, di bawah Rp 100 ribu. Tapi dalam beberapa tahun ke depan, itu bisa menghasilkan,” kata Munarman kepada CNBC Indonesia dalam pameran flora dan fauna di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (12/8/2018).
Misalnya, untuk tanaman anggrek jenis paku tanduk rusa (platycerium). Harga bibit anggrek golongan ini tidak terlalu mahal, namun ketika berkembang bisa menghasilkan pundi jutaan rupiah.
Pembibitan tanaman di rumah
Bibit tanaman bisa dibuat sendiri di rumah dengan teknik pengeringan. Bibit sebaiknya selalu disimpan di tempat yang kering untuk menghindari pembusukan. Pada intinya, proses produksi bibit tanaman ini berasal dari biji yang diambil dari buah, sayur, atau bunga, yang sudah dikeringkan sebelum dijual. Biji yang diambil dapat dikeringkan dengan meletakkannya di atas selembar kertas koran.
Sesudah proses pengeringan selesai, bibit tanamanmu sudah siap dijual. Tidak perlu memikirkan sesuatu yang rumit untuk pengemasannya, karena kamu bisa mengemasnya cukup dengan kantong kertas saja. Jika kamu memutuskan untuk menjual bibit yang sudah tumbuh, kamu perlu menyiapkan lahan untuk menanam bibit yang sudah kamu keringkan sebelumnya.
Riset minat pasar
Sebelum memulai bisnis ini, tentu kamu perlu melakukan riset pasar. Salah satu yang penting kamu riset adalah jenis tanaman apa yang saat ini diminati oleh masyarakat. Dalam kondisi pandemi seperti ini, ketahanan pangan adalah salah satu poin penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, potensi bibit sayur dan buah kecil yang tidak memerlukan media tanam besar akan lebih diminati calon pelangganmu.
Jadi, jika Anda ingin berinvestasi jangka panjang yang memiliki peluang besar serta mendapatkan keuntungan yang berlipat, investasi tanaman jati bisa jadi pilihan yang tepat.
Tapi, ingat modal awal investasi ini cukup besar. Ada juga yang berani mengambil pinjaman dengan besaran bunga pinjaman tertentu untuk modal awal. Hanya saja, sekali lagi ini investasi jangka panjang dimana pinjaman berbunga bisa terus berkembang,.